3 Mindset Jadul Yang Harus Anda Tinggalkan

Posted on 583 views

Di kesempatan kali ini saya akan membahas tentang mindset-mindset orang kuno, biar tidak melulu tentang Tutorial. Mindset orang kuno inilah yang seringkali menghambat dan bertabrakan dengan mindset generasi zaman now. Dan hari ini, saya akan mengupas : “3 Mindset Jadul yang Harus Anda Tinggalkan”. Tidak tertutup kemungkinan mindset tersebut dimiliki oleh orang-orang yang sekarang berusia 40 tahun ke atas, Tidak bisa kita pungkiri bahwa yang lahir di era jadul (umur 40 tahun ke atas) adalah  generasi X. Kami lahir di era perpindahan antara era industri, era informasi, dan sampai ke era internet. Ini adalah era teknologi dan internet. Ini adalah tiga peralihan yang sedang kami alami.

Saya sangat memahami cara berpikir orang-orang kuno. Tetapi saya juga berusaha memahami cara berpikir ‘generasi zaman now’. Oleh sebab itu, kita harus paham apa yang sedang terjadi di generasi zaman sekarang. Bagi anda yang berusia 40 tahun ke atas yang sedang membaca artikel ini, semoga artikelini bisa menyadarkan anda. Dan bagi anda yang masih berusia 20’an atau belum 20 tahun, semoga anda juga bisa memahami cara berpikir ayah dan ibu anda. Artikel ini saya tujukan untuk cara berpikir ayah dan ibu anda.

3 Mindset Jadul Yang Harus Anda Tinggalkan

FIRST

Yang pertama adalah jika anda ingin sukses, maka anda harus bekerja keras. Cara ini tidak salah. Mengapa saya mengatakan hal ini tidak salah? Karena sebetulnya orang tua anda dahulu, jika ingin sukses harus bekerja keras. Secara fisik. Mengandalkan fisiknya. Menjadi buruh, menjadi makelar, kemudian menjadi nelayan, atau menjadi petani. Kalaupun berdagang kecil-kecilan, harus berangkat dari pagi. Pagi ketika semua pasar belum buka, sudah berjualan sejak pagi.

Kemudian harus berjualan sampai malam. Sehingga sampai lupa makan dan lupa tidur. Yes. Hanya itu satu-satunya cara jika anda ingin menjadi kaya raya pada zaman itu. Dan zaman itu sudah berjalan ratusan tahun, sahabat entrepreneur. Sehingga tidak salah jika, nenek moyang anda, kakek anda, sampai orang tua anda, sampai kakek buyut anda mengajarkan hal yang sama. Jika ingin sukses, you must work hard. Yes, anda harus bekerja keras.

Tetapi di zaman sekarang, bekerja keras itu bukan dalam artian harus ‘pakai fisik’ lagi. Bekerja keras di zaman sekarang itu harus menggunakan otak anda. Use your brain..! Pakai otak anda. Karena kerja keras itu tidak cukup. Anda harus bekerja pintar. Jika anda bekerja pintar, barulah anda bisa bersaing dengan generasi zaman sekarang. Pengertian ‘bekerja pintar’ adalah anda tidak harus menggunakan fisik. Tetapi menggunakan kekuatan otak anda. Sehingga, anda dituntut untuk mampu ‘berpikir lebih’. Seringkali, ‘berpikir lebih’ itu memang tidak mengeluarkan keringat. Tetapi, itu juga menguras energi yang cukup besar. Begitulah zaman sekarang.

Karena tidak semestinya anda mengayuh becak atau anda bertani seorang diri. Itu tidak akan membuat anda sukses di zaman sekarang. Ingat, ini zaman yang penuh dengan teknologi. Sehingga kata-kata dari orang tua anda untuk bekerja keras, seringkali sudah menjadi mindset kuno. Dan itu sudah tidak lagi relevan dengan zaman sekarang. Tetapi saya percaya mindset itu. Bekerja keras, tapi dengan teknologi. Itu baru keren. Bekerja keras, tapi dengan teknologi dan menggunakan kekuatan otak anda. Itu saya setuju. Tetapi jika hanya ‘kerja keras’ saja, sudah tidak relevan. Itu sudah mindset kuno yang harus anda tinggalkan. Itu yang pertama.

SECOND

Yang kedua, mindset kuno yang harus anda dengarkan adalah anak zaman sekarang ini semuanya pemalas. Jadi kalau saya terjemahkan, “kids zaman now semuanya pemalas”. Saya mau bertanya pada anda yang membaca artikel ini. Jadi, apakah anda pernah mengalami orang tua anda suka mengolok-olok anda, bahkan suka memarahi anda begini : “Anak zaman sekarang kok pemalas banget, sih? Ayah itu zaman dulu pagi sudah bekerja. Ayam belum berkokok saja ayah sudah bangun. Sudah bekerja, cari rezeki. Kamu anak zaman sekarang jam 10/jam 11 masih saja belum bangun”. Apakah anda sering mengalami hal seperti itu?

Anda harus tahu bahwa sebetulnya kata-kata orang tua anda itu tidak salah. Karena apa? Karena di zaman orang tua anda belum ada android. Di zaman orang tua anda belum ada game. Jadi game’nya itu apa? Main sabung ayam. Main kelereng. Itu masa kecil mereka. Main layang-layang. Itu generasi orang tua anda. Sedangkan generasi zaman sekarang, mungkin anda mendapatkan informasi di malam hari. Sehingga hal itu mengurangi jatah tidur anda. Saya berkata begini bukan berarti pembenaran bagi anda yang suka bangun siang. Tidak juga. Bangun pagi itu baik untuk menyehatkan badan. Tetapi, mungkin anda lebih on di malam hari.

Menurut saya, ini hanya masalah habit. HANYA MASALAH KEBIASAAN. Semuanya tergantung jenis pekerjaan anda. Kalau mungkin anda bekerja di bidang saham, sehingga anda mungkin harus melihat pergerakan saham di malam hari, dan anda mungkin jika paginya kurang beristirahat, badan anda bisa sakit dan capek. Saya bisa terima. Semua tergantung jenis pekerjaan anda. Tetapi yang mau saya garis bawahi adalah di zaman sekarang tidak selalu anak yang kelihatannya diam, cuma di depan androidnya, di depan komputernya, bukan berarti ia tidak bekerja. Tidak.

Karena apa? Di era anda tidak ada komputer. Atau komputer anda kecepatan internetnya belum seperti sekarang. Sehingga anda tidak bisa menyalahkan cara berpikir anak sekarang. Dan itu bukan berarti dia tidak bekerja. Dia bekerja. Dia menganalisa. Dan dia sedang memikirkan suatu ide. Ini penting sekali. Berapa banyak anak zaman sekarang main game yang bukan hanya main game untuk menghabiskan waktu. Tetapi main game yang bisa menghasilkan uang. Mengapa orang tua tidak bisa? Karena tidak ada android di zaman anda. Tidak ada internet di zaman anda. Sehingga anda harus bisa memahami kids zaman now. Itulah poin yang kedua.

THIRD

Poin yang ketiga, harus sekolah yang tinggi supaya mendapatkan pekerjaan yang mapan. YES. Kata-kata itu cocok sampai era tahun 50,60,70, sampai 80an. Selesai. Zaman sekarang? Tidak relevan lagi. Itu adalah mindset kuno yang harus anda tinggalkan. Mark Zuckerberg itu drop out. Bill Gates itu drop out. Orang-orang besar itu banyak yang drop out. Di Indonesia, banyak konglomerat yang juga tidak tamat S1. Bukan berarti saya melakukan pembenaran bahwa setelah membaca artikel ini, mulai besok mari kita demo rame-rame tidak usah sekolah. Tidak seperti itu juga.

Tetapi, orang tua anda susah payah mencari nafkah supaya anda bisa sekolah. Maka, anda harus menghormati dan menghargai orang tua anda. Tetapi sebagai orang tua, anda juga harus sadar bahwa sekolah bukan jaminan untuk bisa sukses di masa depan. Karena sekolah itu diciptakan di era industri. Era industri itu diciptakan oleh Henry Ford di era tahun 1863 sampai 1947. Itu adalah usia beliau. Era industri adalah era abad 19 sampai dimana pada saat itu sekolah diciptakan untuk menampung banyaknya permintaan buruh pabrik supaya tercipta banyak orang yang seperti mesin dengan sekolah.

Seperti di Indonesia ada sekolah SD, SMP dan SMA. Sekolah ini diciptakan agar ada banyak orang yang dipersiapkan untuk dapat bekerja di pabrik karena saat itu pabrik kekurangan orang. Di era industri, it’s great and exactly right. Itu benar sekali. Tetapi di zaman sekarang, era industri itu sudah lewat. Industri pun harus beradaptasi dengan teknologi. Dan di zaman sekarang, sudah berapa banyak teknologi yang menggantikan manusia? Silahkan anda liat alibaba di YouTube. Berapa banyak gudangnya yang semuanya dikendalikan oleh mesin? Semua dikendalikan oleh robot.

Bahkan era sekarang ini bukan lagi era industri, tetapi era robotik. Ini adalah sebuah era yang belum pernah terjadi di zaman sebelumnya. Dan era zaman sekarang belum siap untuk mempersiapkan SDM’nya untuk menghadapi era robotik. Sahabat, anda pun hari ini bisa mendengarkan kata-kata saya dari YouTube, bukan? YouTube ini darimana? Tidak kelihatan. Inilah era teknologi di zaman sekarang. Sehingga orang tua dengan idealisme tinggi mengatakan bahwa anda harus sekolah yang tinggi supaya mendapatkan pekerjaan yang bagus dan mapan. Kata-kata itu benar sampai tahun 1960-1970. Tetapi pada era tahun 80-90’an, apalagi tahun 2000 ke atas, pernyataan itu sudah tidak cocok dan tidak relevan lagi. Mungkin Indonesia masih ketinggalan. Tetapi negara-negara maju seperti Jepang, Korea, atau Amerika dan negara-negara maju di Eropa, pada era tahun 80-90’an masyarakatnya sudah sulit mendapatkan pekerjaan. Tidak mudah.

Bahkan di zaman sekarang, mereka menghadapi tantangan yang sangat besar. Indonesia mungkin masih di comfort zone. KARENA TEKNOLOGINYA MASIH BELUM SECANGGIH NEGARA MAJU. Tetapi, kita sudah menuju ke negara maju. Jika anda tidak mempersiapkan dari sekarang, maka you’ll have a big problem, man. Hal itu akan menyebabkan masalah yang besar bagi anda. Jadi tolong 3 mindset kuno ini segera anda tinggalkan. Dan mulailah adapatasi di zaman sekarang, supaya anda (orang tua) bisa belajar lebih banyak tentang apa yang harus anda lakukan sebagai “orang tua zaman now”. Jika anda tetap memegang prinsip lama, anda akan menjadi “orang tua zaman old”.

Anda tidak akan bisa berkomunikasi dengan “kids zaman now”. ang terjadi adalah setiap hari berantem terus. Selalu tidak cocok. Dan ada berapa kids zaman now yang sudah menjadi miliarder di usia belasan tahun, bahkan 20 tahunan. Banyak sekali. Dan dia memiliki kekayaan ratusan kali lipat lebih banyak daripada kekayaan yang anda kumpulkan sepanjang hayat hidup anda. Jika anda tidak mau berubah dan beradaptasi dengan kids zaman now, anda yang akan menjadi masalah.

Itulah pembahasan mengenai 3 Mindset Jadul Yang Harus Anda Tinggalkan. Semoga bermanfaat ya

Gravatar Image
Seorang warga negara Indonesia biasa. Pengguna MAC dan develop server Ubuntu & CentOS. Contact : admin [at] nugi.biz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.